Headlines News :
Home » » Salon dan Pijat ‘Esek-esek’ Semakin Marak di Medan

Salon dan Pijat ‘Esek-esek’ Semakin Marak di Medan

Medan Metropolis on Wednesday, April 17, 2013 | 1:27 AM

Bisnis prostitusi makin menjamur di Kota Medan. Menariknya, bisnis ‘esek-esek’ itu dikemas dan diberi nama panti pijat (massage) atau refleksi. Bahkan pekerjanya tidak segan-segan menawarkan jasa seks kepada para pengunjung.Bahkan izin yang dikeluarkan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan sebagai tempat kesehatan, banyak dilanggar oleh pengelola. Praktik terselubung tersebut dibuka di perumahan atau komplek, seperti Asia Mega Mas, Jalan Aksara dan Jalan Negara.

Tak luput bisnis tersebut dibeacking oleh oknum aparat. Bahkan Disbudpar selaku pihak berwenang tidak mampu mencabut izin operasional usaha ‘esek-esek’ tersebut. Seperti halnya Salon Canada Jalan Aksara, Rosalinda dan Mei Ching Jalan Negara dan Bali Asia Mega Mas.Pantauan Harian Orbit, di lokasi itu ditemukan salah satu pekerja wanita berpakaian seksi menawarkan pengunjung untuk dipijat, lulur, cuci muka atau masker dan lain yang merupakan modus untuk melakukan esek-esek terselubung. Bahkan terlihat banyak pria yang keluar masuk.

Salah seorang pekerja wanita di Salon Canada yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, jika pelanggan yang berkunjung kemari ditawarkan yang mereka inginkan. Seperti dipijat, lulur, cuci muka dan lain, pasti pengunjung akan meminta lebih dari itu.“Ya, saya sebagai pekerja, ngikuti saja kemauan pengunjung, asalkan salon ini ramai dari lelaki hidung belang. Terkadang mereka minta melakukan yang ‘gituan’ setelah harga kita sepakati,” ujar wanita seksi ini yang tinggal di Helvetia 

Begitu juga dengan SPA Mei Ching dan Rosalinda di Jalan Negara. Menurut pekerja wanita disana, bila pengunjung lelaki mau luluran tidak mamakai busana. Kemudian pekerja diajak berkencan, setelah luluran. Harga yang ditawarkan bervariasi.“Kita menawarkan kepada pengunjung Rp200 sampai Rp250 ribu bila melakukan sek oral. Dengan cara seperti ini kami harus melayani mereka. Asalkan kami bisa makan. Terkadang lokasi ini kerap digerebek petugas kepolisian. Tapi pemilik tetap membuka bisnis esek-esek tersebut,” beber wanita itu.

Selain Rosalinda, Mei Ching, Canada menjadi lokasi bisnis terselubung, Bali juga seperti itu. Wanita muda dan cantik mengenakan busana begini. Pengungjung yang datang pasti melakukan hubungan suami istri. Bahkan Bali juga kerap digerebek, tapi pemilik tidak gentar dan tetap membuka usaha tersebut. Sementara itu, mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Medan, Zulkoddah Dasofah mendesak pemerintah, dalam hal ini Disbudpar segera mancabut dan menutup seluruh kegiatan prostitusi yang ada dalam kawasan lokalisasi tersebut.

“Saya minta pemerintah bertindak tegas menutup praktik prostitusi yang ada di kawasan itu, terutama pihak kepolisian segera melakukan razia dan menindak tegas pemilik maupun pekerja secara hukum yang berlaku. Sehingga efek jera terhadap mereka itu ada,” pungkas Zulkoddah. Apalagi, sebut Zulkoddah, perbuatan itu sangat bertentangan dengan ajaran agama yang harus ditertibkan sedini mungkin. Sehingga generasi muda, khususnya wanita tidak terjerumus kelimbah nista tersebut. Karena ini sangat eratnya dengan moral manusia.
“Itu sebabnya Disbudpar dan kepolisian harus bekerjasama menertibkan bisnis terselubung tersebut. Jangan sampai hal ini dibiarkan. Karena begitu banyak salon maupun refleksi yang digerebek, tapi izin operasionalnya tidak dicabut, malah dibiarkan tetap beroperasi,” tutur  Zulkoddah 
 
 
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Disclaimer : Pasang Iklan | Kirim Berita | Hubungi Kami
Copyright © 2011. Medan Metropolis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Supported by NBC and CREW
Medan Metropolis Blogger Pavor