Headlines News :
    Google Yahoo Msn
    Get the latest information about Medan city in here. for Anak Medan (Locals), Guests, and Tourist. Feel free to DM us for Buzzing & Promote. Hubungi Kami
    BannerFans.com
    BannerFans.com

    ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik

    ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik
    ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik. Smartphone bukan lagi sekadar alat untuk melakukan panggilan telepon atau berkirim pesan. Ia dapat berfungsi sebagai kamera, perangkat untuk menjelajah internet, sistem navigasi, pusat hiburan, sampai ke penyimpan catatan, jadwal sampai agenda kerja. Di sisi lain, berhubung smartphone juga mendukung gaya hidup, ia juga memiliki desain yang cantik, elegan, dan hadir dengan pilihan warna yang beraneka yang menggambarkan identitas pemiliknya.

    ZenFone – Smartphone Luar Biasa untuk Semua Orang
    ZenFone memiliki desain yang indah, material berkualitas tinggi, fungsionalitas ASUS ZenUI yang lengkap untuk menghadirkan kemewahan bagi pengguna. Hadir dalam pilihan layar berukuran 4 sampai 6 inci dan berbagai pilihan warna, pasti ada satu tipe ZenFone yang cocok digunakan oleh setiap orang, apapun kebutuhan dan gaya hidup mereka. Sebagai gambaran, ZenFone telah dilengkapi lapisan Corning® Gorilla® Glass 3 untuk kehandalan dan daya tahan lebih baik terhadap goresan.


    ASUS ZenUI juga dilengkapi dua fitur utama, yakni What’s Next dan Do It Later yang didesain khusus untuk mempermudah pengguna dalam pengaturan sejumlah besar informasi yang diterima setiap harinya, dan memungkinkan mereka melakukan berbagai hal dengan lebih produktif.

    Dengan desain yang indah, performa yang terbaik di kelasnya, fitur yang lengkap, serta harga yang terjangkau, menjadikan ASUS ZenFone smartphone Android terbaik saat ini.  

    Prabowo Subianto Masuk Daftar Tokoh Terpopuler di Facebook

    Popularitas Prabowo Subianto tak hanya di “darat” namun juga di jagat maya khususnya media sosial. Buktinya, FB Prabowo Subianto masuk daftar satu tokoh paling populer di Facebook. Seperti apa?
    “Sejak acara debat pertama, popularitas Prabowo Subianto terus meningkat dan mulai bergerak,” kata satu tim Facebook.
    Meningkatkan popularitas ini dimulai sejak acara Debat Capres pertama. Pasca acara “duel” visi dan misi itu, Facebook Prabowo Subianto mulai bergerak dari posisi kelima ke posisi keempat politisi paling banyak mendapat like FB secara global.

    Prabowo Subianto Masuk Daftar Tokoh Terpopuler di Facebook
    Prabowo Subianto di Facebook mendapat total like capai 5,7 jempol. Jumlah ini mengalahkan politisi India Arvind Kejriwal dengan 5,5 juta like. Pasca Debat Capres ke-2, jumlah like Capres nomor urut 1 itu juga terus naik.
    “Debat Capres kedua, kami melihat perbincangan dibagikan dan meningkat tajam di Facebook khususnya di antara anak muda usia 18 sampai dengan 34 tahun. Nama kedua kandidat Presiden, Prabowo dan Jokowi, menjadi trending,” lanjut tim FB.
    Kemudian ada sejumlah istilah trending lainnya yang bergulir pasca acara Debat Capres. Beberapa istilah tersebut seperti “Capres”, “Ekonomi”, “Tol Laut”, dan “TPID”. Istilah terakhir sempat diplesetkan warga media sosial yang tidak sesuai dengan arti harfiahnya.

    Untuk tokoh populer di Facebook sendiri masih dipegang oleh Barack Obama dengan 41 juta like kemudian disusul Perdana Menteri India Narendra Nobi dengan 18 juta like serta politisi Amerika Serikat Mitt Romney dengan 11 juta like.

    Irfan Ubaysi Mengelola Bisnis Bukan Soal Umur atau Status

    Kata siapa umur dan status menjadi penghalang dalam dunia bisnis?

    Irfan Ubaysi
    Irfan Ubaysi Pemilik Central Batu Alam

    Pria ini adalah salah satu yang menegatifkan pemikiran diatas. Muda, Bertekad, dan Optimistik, membuat pria ini sukses menggeluti dunia bisnis adalah Irfan Ubaysi, pria kelahiran 22 Tahun silam, tepatnya 7 maret 1992 merupakan enterpreuneur muda. Pemuda yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU ini memantapkan diri untuk terjun kedunia bisnis batu alam. Batu Alam Centre adalah label usaha yg sedang dikelolanya.

    Diawali dari ketertarikannya terhadap batu kacang,membuat ‘ubay’ begitu dia akrab disapa, mencoba menggeluti usaha batu alam. Usaha ini dimulai sejak awal tahun 2010. Ubay mengaku ketertarikannya terhadap batu alam berawal saat Ubay menemani orangtua nya melihat-lihat beberapa design batu alam yang ada di perumahan-perumahan di Kota Medan yang sedang trend. Dan hal yang menarik yang saat itu ubay tertarik adalah batu kacang yang menghiasi beberapa bagian dekorasi rumah seperti garasi, teras, halaman, taman bunga, bahkan dinding rumah. Hal itu membuat Irfan Ubaysi tertarik untuk mempelajari batu alam.

    Disatu sisi Irfan Ubaysi melihat peluang besarnya pertumbuhan angka pembangunan properti di Kota Medan khususnya perumahan sebagai peluang berbisnis. Dan dengan dibekali ilmu komunikasi pemasaran yg diperolehnya dibangku perkuliahan, Ubay menjalani bisnisnya dengan memanfaatan teknologi yang ada misalnya dengan promosi melalui berbagi media sosial.  Dan dari usaha promosi yang dilakukan Ubay, usaha dia mampu menembus pasar yang cukup  pesat perkembangannya. Hingga saat ini, Ubay telah mampu mengelola dua cabang usaha batu alamnya,Batu Alam Centre. Kesuksesan yang dicapainya terbukti tak hanya menjadi rezekinya secara pribadi saja, tetapi juga berkat usahanya Ubay mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Saat ini Ubay telah mampu mempekerjakan 150 karyawan di dua cabang Batu Alam Centre yang dia kelola. Selain itu, kemajuan lain yang dicapai oleh Irfan Ubaysi ini adalah telah dibukanya satu gerai Batu Alam Centre di Home Centra Ring Road Medan.

    Irfan Ubaysi mengakui, dunia bisnis yang digelutinya tidaklah semudah yang dibayangkan. keadaan pasang surut tetap tidak dapat terelakkan. Suka dan duka juga dialaminya selama Ubay menjalankan usaha batu alam ini. Misalnya saja dalam sehari tokonya terkadang tidak ada pengunjung. Namun di lain waktu,terkadang juga usaha batu alam Ubay ini diramaikan dengan berbagai permintaan dengan nilai ratusan juta rupiah. Namun, dia paham betul dengan peluang dan resiko dunia bisnis. Belum lagi, maraknya saingan batu alam ditengah pasar yang rata-rata usaha bisnis batu alam ini di geluti oleh beberapa personal yang sudah profesional yang juga mungkin sudah lebih menguasai pasar. Tapi sekali lagi, Ifan Ubaysi meyakini bahwa dia juga akan mencapai hal serupa. Ubay percaya bahwa bisnis bukan soal umur dan status, bisnis adalah soal tekad, ketekunan, dan kecerdikan melihat dan memanfaatkan peluang yang ada. 

    Produk Central Batu Alam
    Produk Central Batu Alam

    Ada hal lain yang menarik. Dibalik kesuksesannya menggeluti bisnis ini, Irfan Ubaysi tetap hadir dalam tampilan pribadi yang humble dan sederhana. Statusnya sebagai mahasiswa lebih ditonjolkan. Berbagai kegiatan perkuliahan dikampus dan sosialisasi dengan teman kampus tetap seimbang. 'pendidikan tetap nomor satu. ilmu lebih penting dari sekedar materi. berilmu bisa membawa kita ke materi yang lebih. Tetapi materi ga bisa beli ilmu tanpa belajar," tuturnya saat ditanya mengenai prioritas aktivitasnya. ''yang tidak kalah penting, sosialisasi sama teman-teman. Bagi saya hidup itu berbicara keseimbangan. Karir oke, Edukasi juga harus lebih oke, dong,'' tambahnya.

    So, masih berfikir umur dan status mahasiswa menjadi alasan untuk berkecimpung didunia bisnis skala besar? boleh jadi, Anda adalah salah satu yg menjadi bukti bahwa pemikiran diatas salah besar. (Nur)

    Ini Dia Pemain Keturunan Indonesia Yang Merumput di Piala Dunia Brazil

    Ini Dia Pemain Keturunan Indonesia Yang Merumput di Piala Dunia Brazil
    Indonesia memang tidak ikut serta dalam pagelaran Piala Dunia pada tahun ini, namun untuk seorang wakil yang punya keturunan dari Nusantara, ternyata ada satu nama yang bisa membawa nama negara kita.

    Adalah Massimo Luongo, yang termasuk berstatus pemain kejutan yang dipanggil membela Timnas Australia. Mengapa ia termasuk mengagetkan, karena pemanggilan dia oleh Pelatih Ange Postecoglu memang membuat warga Benua Kangguru jadi bertanya-tanya.

    Selain karena usia yang masih 21 tahun, Luongo bukanlah pemain dari klub yang berlaga di papan atas seperti Liga Primer Inggris, atau pun dengan level dua Championship. Luongo hanyalah pemain yang terbuang dari akademi Tottenham Hotspur ke klub League One (kasta ketiga), Swindon Town, dan dipermanenkan The Robins (julukan Swindon) setelah dua musim menjalani masa pinjaman.

    Banyak pertanyaan kepada kebijakan Ange Postecoglou dalam pemilihan pemain, namun ia menegaskan bahwa semua yang ia pilih adalah yang terbaik. Begitu juga dengan masuknya nama Luongo, yang sebenarnya baru mengemas satu caps bersama Socceroos, 5 Maret 2014 lalu, kala kontra Ekuador.

    Tapi ada kisah lain yang bisa diutarakan Massimo karena dirinya ternyata adalah pemain yang 'mewakili' Indonesia di pesta sepakbola terakbar itu. Meski berpaspor Australia, namun Luongo merupakan pemain berdarah Indonesia dan Italia. Darah asli Indonesia ia dapat dari sang ibu bernama Ira, dan Italia dari sang ayah bernama Mario.

    Rasa bangga Luongo kepada Indonesia rasanya juga tidak pudar. Kepada Telegraph Australia, Luongo mengaku memiliki leluhur yang luar biasa, karena kakek moyangnya merupakan Sultan dari kerajaan Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa, bernama AA Siradjudin.

    "Ada emosi yang mengikat (dengan Indonesia). Saya memiliki kakek-nenek, bibi, paman dan sepupu di sana. Saya belum pernah ke sana namun saya
    menginginkannya."

    "Kakek saya seorang Sultan, jadi mereka merupakan keluarga kerajaan sebelum ada pemerintahan," cerita Luongo.

    "Dia (kakek) memiliki sebuah pulau. Sedangkan latar belakang ayah sedikit berbeda, namun tetap menarik."

    Luongo yang berkulit sawo matang itu pun tidak pernah menyangka bisa merasakan panggung Piala Dunia secepat ini, dan bisa menyisihkan nama-nama langganan timnas Australia seperti Josh Kennedy, Tom Rogic, Luke Wilkshire dan Mark Birighitti.

    "Saya merasa baik. Saya merasa senang yang jelas, teristimewa, sangat bahagia. Emosi bercampur aduk Saya hanya bahagia mendapat kesempatan berada di sini dan sangat bersyukur," papar pria yang terpaksa membatalkan liburan bersama sang istri lantaran harus membela Australia di Brasil.

    Sebagai catatan spesial pula, Hanya dirinya dan Bailey Wright yang bermain untuk klub kasta ketiga namun mendapat panggilan Pelatih Postecoglu untuk skuad final Socceroos.

    Melisa Siregar : Otomotif Bukan Sekedar Hobi

    Dunia otomotif dan balapan, sering kali kita mendengarnya dan yang ada dibenak kita adalah pria berparas jagoan dan penuh keberanian. Siapa bilang? Berawal dari ajakan seorang kakak laki-lakinya, Melisa mengaku terjun dalam dunia otomotif melalui balapan liar, karena jarang sekali balapan resmi diadakan di Medan. Ia kini terinspirasi untuk mengembangkan hobinya menjadi seorang pembalap wanita di kota Medan padahal tak sering kita jumpai seorang wanita cantik memilih hobi sebagai seorang pembalap dan penggemar Slalom Race.

    Slalom Race atau yang lebih tak asing didengar dengan drifting atau seni dalam mengemudi menjadi salah satu ajang yang pernah diadakan di kota Medan sebanyak dua kali. Tidak banyak yang dapat memahami dan mempraktekkan langsung balapan atau Slalom Race, karena butuh pelatihan khusus dan berlatih terus-menerus. Seperti halnya Melisa yang berlatih terlebih dahulu oleh pelatih khusus sejak dirinya masih menduduki bangku sekolah menengah atas dan terus mengasah hobinya hingga menggapai beragam prestasi dalam bidang otomotif.

    Meski masih terbilang minim pengalaman dalam dunia otomotif, Melisa berharap dapat terus memantapkan kemampuannya untuk mengikuti kembali ajang-ajang Slalom Race yang diharapkannya dapat diadakan lagi di kota Medan dan dapat memenangkannya kembali.

    Tak hanya menjadi seorang pembalap, Melisa juga memiliki hobi dalam modif-memodif mobilnya sendiri dan meraih bermacam prestasi pula pada beberapa event otomotif. Beberapa event yang telah dimenangkan olehnya seperti peringkat pertama memodifikasi mobil pada PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) Automotive Event dan peringkat pertama pada Djarum Auto Black Through Event di kota Medan. Meski dikatakan tidak dapat memberikan untung yang banyak, Melisa memiliki kepuasan tersendiri jika hobinya tersebut dapat direalisasikan dalam ajang-ajang otomotif.

    Quo Vadis Pariwisata Medan ?

    Sebuah kota dengan lanskap yang menyerupai Indonesia adalah kota Medan. Dengan bermacam-macam budaya, suku, dan agama dapat dikatakan bahwa kota Medan adalah manifestasi sesungguhnya Indonesia. Medan dengan segala kelebihannya dalam bidang objek wisata dan budaya harus mampu memanfaatkan hal tersebut untuk pemasukan daerah. Namun, apakah program ‘Visit Medan Years 2013’ sudah berjalan dengan maksimal ?

    Apa yang sebenernya terjadi dengan Indonesia khususnya Medan dalam mengelola pariwisata. Dalam rilis dari World Economic Forum beberapa waktu yang lalu, Indonesia berada di peringkat 70 pada tingkat dunia dan 12 pada tingkat Asia Tenggara. Dari hal tersebutlah mungkin terlihat kekurang seriusan pemerintah dalam mengelola objek wisata secara maksimal untuk meningkatkan pendapatannya.
    Dalam pandangan kacamata saya, Indonesia mengalami kekalahan dalam bidang infrastruktur yang kurang memadai, keamanan yang kurang terjamin, dan lingkungan pariwisata yang kurang kebersihannya. Satu hal lagi Indonesia dan kota Medan khususnya belum tepat memilih sasaran mana, yang seperti apa, dan bagaimana kebiasaan konsumen dalam kacamata pemasaran.

    Sesuai dengan teori pemasaran yaitu STP (Segmented, Targeted, and Positioning). Segmentasi atau segmented menurut, Rhenald Khasali (2000) adalahsuatu strategi untuk memahami struktur pasar dan menyasar pasar. Jika dilihat dari segmented, belum terlihat apakah pariwisata di Medan dikhususkan untuk anak muda, eksekutif muda, ataupun orang yang lebih tua. Itu merupakan langkah yang kurang tepat dikarenakan konsumen merupakan mahluk abstrak yang jika tidak diklasifikasikan Ada baiknya kita mencontoh, misalnya Singapura dengan Marina Bay dan festival musik Zouk. Kawasan Marina Bay yang penuh dengan tempat-tempat perbelanjaan, klab-klab malam, dan kawasan hang-out merupakan tempat favorit anak muda. Hal tersebut juga juga didukung oleh pemerintah Singapura yang mengakomodir sebuah perhelatan musik festival musik anak muda seperti rock, jazz, dan techno. Singapura membidik pasar anak muda yang hobi travelling dan hobi musik yang sangat potensial untuk pemasukannya. 

    Pada saat berbicara dengan Medan, Segmentasi pariwisatanya harus terlihat dan terkonsep secara jelas. Apakah itu untuk orang tua, orang tua dari umur berapa ke berapa dan juga harus diperhitungkan faktor demografis dan psikografis. Apakah pemerintah membidik pasar anak muda harus jelas ciri-cirinya mulai dari umur, pendidikan, kebiasaan, pendapatan, tempat tinggal, dan faktor demogrfis juga psikografis. Setelah itu pemerintah haruslah membuat sebuah perencanaan program pariwisata yang mampu menarik minat anak muda tersebut, misalnya pemerintah bisa bekerja sama dengan tim opera batak  untuk menampilkan opera batak sekaligus menggabungkannya dengan acara festival musik anak muda, terlihat semacam remodernisasi suatu kebudayaan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

    Targeting adalah penyeleksian satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus  kegiatan-kegiatan pemasaran (Rhenald Kasali, 2000).  Jadi ketika misalnya pemerintah telah memilih segmentasi anak muda, kespesifikan dari pasar haruslah diutamakan. Segmentasi dari anak muda harus lebih dikecilkan atau dipersempit lagi. Anak muda yang seperti apa yang ditargetkan? Apakah anak muda tersebut memiliki kebiasaan yang khas. Misalnya anak muda yang berumur 20 tahunan yang mempunyai kesukaan dalam bidang teknologi. Pemerintah dapat mengedepankan program pariwisata yang beorientasi dalam kegiatan teknologi, misalnya mengenal pembangkit tenaga listrik ataupun membuat laboratorium teknologi mini di tepian Danau Toba. Namun, anak muda yang memiliki minat tersebut hanyalah beberapa persen dan oleh karena itu diharuskan pemerintah memilih target konsumen yang memang potensial. 

    Ada empat pemilihan kriteria (Clancy dan Shulman, 1991), responsif, potensi penjualan, pertumbuhan memadai, dan jangkauan media. Responsif berarti pasar yang kita tuju akan memberikan sebuah tanggapan atau respon balik terhadap produk dan program pemasaran. Misalnya jika targetnya adalah anak muda penyuka hiburan malam dan festival musik, apakah setelah pemerintah mengeluarkan atau membuat acara dan program yang berorientasi dalam hal tersebut jumlah pengunjung akan meningkat ? itulah yang harus benar-benar detil diperhatikan. Potensi penjualan adalah salah satu alasan kenapa sebuah produk atau program dijalankan. Apakah target konsumen ini memilki nilai potensi tinggi untuk mengunjungi objek wisata yang terdapat di Medan? Potensi penjualan  dilihat dari nilai beli dan  minat konsumen terhadap produk atau program pariwisata tersebut Pertumbuhan memadai dilihat berdasarkan perkembangan konsumen setelah program pariwisata diterapkan. Apakah memang objek wisata dan program wisata memang menarik anak muda dari target konsumen yang telah dibidik ?  Jangkauan media adalah faktor terakhir dalam menentukan target konsumen. Media seperti apa yang dibutuhkan untuk mengenalkan  dan mempromosikan program pariwisata dan objek wisata di Medan.

    Positioning adalah bukan sesuatu hal yand Anda lakukan tehadap produk, tetapi sesuatu yang Anda lakukan terhadap otak calon konsumen (Ries & Trout, 1986). Positioning bukanlah strategi pemasaran, tetapi strategi komunikasi untuk menempatkan pengetahuan konsumen tentang produk di otak sang konsumen. Yang harus ditekankan adalah bagaimana pemerintah mampu mengonsep sedemikian rupa program pariwisata bagaimana calon pelanggan menyimpan informasi itu di dalam otaknya. Ada berbagai macam metode yang dapat kita gunakan, salah satunya adalah metode positioning berdasarkan perbedaan dan keunikan produk. Pemerintah harus sekali lagi mengonsep sesuatu yang unik dan berbeda dari pariwisata yang lain. Kita memiliki banyak keunikan salah satunya adalah budaya dan objek wisata yang menarik.Kita tekankan saja sebuah opera kolosal budaya Batak dengan musik klasik ataupun techno yang diadakan di tengah Danau Toba. Positioning yang kita dapatkan adalah konsumen yang kita bidik akan menganggap Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki budaya dan objek wisata yang menarik, juga sekaligus mampu mengkombinasikan hal tersebut dengan namanya modernitas.

    Pariwisata adalah salah satu sumber pemasukan dan devisa negara yang besar. Sampai saat ini pariwisata Indonesia sudah cukup bagus dan baik untuk pemasukan daerah. Tetapi, kalau memang pariwisata Indonesia khususnya Medan bisa dibuat lebih baik dan dikelola secara profesional, bukan tidak mungkin kita bisa mandiri tanpa adanya campur tangan dana asing untuk membantu pemerintahan. Mulailah buat sebuah perubahan untuk kepentingan bersama dan industri pariwisata setidaknya bisa menyelamatkan kita dari krisis.

    Meiliza Rohimmah Mengukir Sukses Lewat Kemampuan Dan Relasi

    Banyak orang yang menganggap bahwa keberhasilan dan kesuksesan hanya didapat dengan kemampuan di bidang akademis saja. Hanya dengan kemampuan akademis manusia dapat menjadi orang yang hebat di masyarakat. Namun pada kenyataannya, banyaknya anak muda yang pintar di akademis justru tenggelam begitu saja ketika mereka mendapatkan gelar Sarjana. Ini merupakan hal yang sangat disayangkan, pemikiran yang sempit akan arti kesuksesan menjadikan manusia sebagai orang yang pasif akan dunia sekitar.
    Meiliza Rohimmah

    Berbeda dengan Meiliza Rohimmah, seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara Fakultas Kesehatan Masyarakat 2011 merupakan mahasiswi yang aktif di berbagai kegiatan dan organisasi. Meiliza merupakan pribadi yang sangat ramah dan suka bergaul dengan siapa saja. Wanita yang akrab di sapa mei-mei ini adalah mahasiswi yang tidak hanya mampu di bidang akademis saja tetapi juga di bidang non akademis. Ini terbukti dengan diterimanya meiliza sebagai penerima beasiswa XL Future Leaders 2013 – 2015 dan dipercaya sebagai General Manager di Rasikal Art serta manager Talent and Management di AIESEC USU sampai sekarang.

    Wanita yang suka bernyanyi dan berakting ini menganggap kemampuan di akademis saja tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya tetapi di balik itu semua, relasi merupakan hal yang penting dalam menunjang karirnya ke depan. Dari situlah, ia selalu mengikuti berbagai organisasi untuk menambah pengalaman dan wawasannya agar selalu berkembang. Dengan mengikuti berbagai organisasi kita dapat lebih mengenal banyak orang yang lebih cerdas dari kita.

    Ia menceritakan sedikit pengalamannya menjadi pembawa acara L-Men of the year 2014 di Farmasi USU. Saya cukup bangga atas ditunjuknya saya sebagai MC dalam acara tersebut, ungkapnya. Saya mendapatkan hal tersebut bukan karna usaha saya sendiri tetapi dari teman – teman satu organisasi yang saya ikuti. Mereka menyodorkan saya untuk berpartisipasi dalam acara L-Men tersebut.

    Selain itu, meiliza juga mendapatkan keuntungan financial yang baik dengan mengikuti berbagai event – event lokal di kota Medan dari komunitas Rasikal Art yang ia bentuk. Ia juga mengajak teman – temannya yang memiliki kemampuan di berbagai bidang seperti piano, akting, biola, saxophone, vokal, akustik, dance, stand up comedy, puisi dan master ceremony untuk bergabung di komunitasnya agar dapat menambah popularitas mereka di masyarakat.

    Perempuan yang pernah bernyanyi dalam acara Medan Heritage I dan II 2013 ini mendapatkan berbagai event lokal Medan dari berbagai relasi yang dikenalnya. Dengan banyaknya relasi yang dikenal menjadi sebuah tambang emas bagi Meiliza dan komunitas untuk melebarkan sayapnya. Begitu pentingnya kemampuan dan relasi yang harus dimiliki dalam menunjang suatu kesuksesan dan keberhasilan seseorang, ungkapnya.

    Slalom Race, Bukan Hanya Sekedar “Ngepot”

    Bagi sebagian kalangan mungkin Slalom Race terdengar sedikit berbeda dibandingkan ajang balapan lainnya. Umumnya masyarakat lebih akrab dengan istilah Drift Race atau Drifting Race yakni olahraga otomotif meliuk – liukkan mobil sehingga membentuk manuver indah yang menimbulkan decak kagum dari para penontonnya. Sebenarnya ada tiga kategori dalam balapan ini yang memiliki teknik hampir serupa. Ketiganya adalah Slalom, Drifting dan Gymkhana.

     Melisa Siregar

                Pada dasarnya Slalom sendiri memiliki kesamaan dengan Drifting dan Gymkhana. Namun ada beberapa perbedaan mendasar diantara ketiganya. Jika dalam Drifting mobil yang digunakan berjenis penggerak roda belakang maka lain halnya dengan Slalom dan Gymkhana, keduanya menggunakan jenis penggerak roda bagian depan. Begitu juga dengan lintasan dan teknik – teknik manuvernya, ketiganya memiliki lintasan dan teknik manuver yang berbeda.

                Melisa Siregar salah satu peslalom muda asal Medan bercerita, sebenarnya slalom race sendiri sudah lama ada di Indonesia. Dulu pada awal tahun 1980 hingga awal tahun 1990, Slalom pernah  menjadi salah satu jenis balapan yang terkenal di Indonesia. Namun sejak krisis ekonomi tahun 1997 Slalom seakan  menghilang di kancah dunia otomotif  Indonesia. Tapi beberapa tahun terakhir ini geliat pecinta olahraga otomotif tanah air mulai kembali menggairahkan dunia otomotif dengan kembali mengadakan berbagai event otomotif yang berbau Slalom Race baik dalam skala regional maupun nasional.

                Melisa sendiri merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi FISIP USU 2010 yang sejak SMA memang sudah jatuh cinta terhadap dunia otomotif. Kakaknya adalah orang yang paling bertanggungjawab yang membuatnya tercebur kedalam dunia otomotif. Dulunya ia sering diajak oleh kakaknya untuk menyaksikan ajang balapan liar. Akhirnya lama – kelamaan ketertarikannya terhadap dunia otomotif pun semakin memuncak. Ia memulai debut Slalom Race pertamanya pada event Djarum Auto Black Through City Slalom 2013.  Baginya Slalom memiliki tantangan dan kepuasan tersendiri ketika melakukannya. Dan tentunya sangat memacu adrenalin.

                Untuk teknik, slalom race memiliki kesulitan tersendiri dibandingkan dengan drift maupun gymkhana. Bagi dirinya Slalom itu bukan sekedar ngepot. Hal pertama yang harus dimiliki adalah ketertarikan pada otomotif serta mengerti tentang karakter kendaraan yang akan digunakan untuk slalom dan tentunya mampu menguasai teknik – teknik dasar dari slalom itu sendiri. Berikut beberapa tips dari Melisa :
    1.      Perhatikan posisi mobil terlebih dahulu baru kecepatan.
    2.      Usahakan berbelok lebih awal.
    3.      Rem lebih cepat tapi jangan terlalu kuat.
    4.      Dahulukan melepas pedal gas kemudian menginjak rem.
    5.      Koordinasikan mata, tangan dan kaki. Karena ketiganya adalah elemen terpenting dalam mengemudi.

    Tahapan-tahapan tersebut merupakan tahapan dasar dalam slalom, dan tentunya semua peslalom harus menguasai teknik dasar tersebut . Tapi slalom bukan hanya tentang keahlian dalam mengemudikan mobil, kita juga harus cerdas membaca lintasan, dan memperbanyak jam terbang dengan berlatih terus – menerus. Dalam melakukan latihan kita juga harus banyak mencoba berbagai rintangan yang berbeda – beda. Namun kita juga harus bisa mengendalikan emosi dalam melewati rintangan – rintangan dalam slalom race tersebut.

                Dara cantik kelahiran Jakarta 13 Mei 1992 ini juga tergabung kedalam salah satu komunitas otomotif K.O.G (Kreasi Otak Gue), bersama komunitasnya ia menaruh harapan besar bagi para penggiat otomotif untuk lebih sering menyelenggarakan event Slalom Race agar dapat menjadi wadah dalam mengembangkan potensi para peslalom muda khususnya di kota Medan. Secara pribadi ia juga berharap bisa terus memberikan sumbangsih bagi dunia otomotif dengan keikutsertaannya dalam ajang – ajang Slalom Race yang akan diadakan selanjutnya.

                Ketika ditanya apakah nantinya ia akan menjadikan Slalom sebagai profesi, ia mengatakan, “Racing will not be my carrier, karena saya sendiri punya cita-cita ingin jadi enterpreneur dan punya perusahaan sendiri. Rasanya seru aja gitu kalo jadi owner dari sebuah perusahaan. Tetapi apapun cita – citaku, otomotiflah yang menjadikan aku seperti sekarang dan sepertinya hal itu nggak bisa lepas dari hidupku”, pungkasnya.

    Nadya Vristissya: Yuk Kenalan Dengan Stage Photography

    Istilah stage photography nampaknya masih jarang terdengar di Indonesia saat ini. Dibandingkan dengan saudara-saudaranya, fotografi yang satu ini rasanya masih kurang diminati oleh para kawula muda. Tapi ternyata, di kota Medan ini ada juga yang menjadikan stage photography ini sebagai hobi dan juga pekerjaannya.
    Nadya Vristissya

    Adalah Nadya Vristissya, salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Indonesia. Ia mengaku, stage photography sudah menjadi bagian dari dirinya saat ini. Diawali dari Sang Ibu yang sering membawanya menghadiri konser-konser saat dia masih duduk di bangku SMP, Nadya akhirnya tertarik untuk mengabadikan konser-konser tersebut dalam bentuk foto.

    “Awalnya hanya iseng-iseng saja. Cuma pakai kamera HP malah. Eh, ternyata hasilnya bagus,” tutur Nadya. Sebelum stage photography, Nadya juga sudah pernah mendalami berbagai bidang fotografi lainnya, seperti fotografi jurnalistik dan juga wedding photography.
    Namun ia mengaku tidak mendapatkan chemistry yang sama seperti saat ia mendalami stage photography. Apalagi dengan adanya apresiasi serta dukungan dari orang-orang di sekelilingnya dan juga dari artis yang pernah ia potret, semakin kuat-lah passion Nadya di bidang stage photography ini.
    Ketertarikan Nadya terhadap musik dalam negeri juga menjadi salah satu faktor pendukung baginya. Ia berharap melalui foto konser yang ia geluti ini, ia dapat turut serta mendukung musisi dan musik dalam negeri. Kecintaannya terhadap musik ini juga menyebabkan Nadya tidak pernah menetapkan tarif bagi musisi yang ingin menggunakan jasanya. “Bagiku, ini adalah suatu cara untuk mengapresiasi musik bagus dalam negeri,” tutur Nadya.

    Menurut Nadya, stage photography ini termasuk salah satu bidang fotografi yang cukup sulit untuk dijalankan. Ia mengaku, cukup banyak tantangan dan juga kendala yang ia hadapi selama menjalani aktivitasnya yang satu ini. Kedala yang paling utama Nadya rasakan adalah kesulitan akses ke event-event tertentu jika ia memotret karena keinginan sendiri, bukan karena permintaan panitia. “Kadang ada beberapa event tertentu yang melarang penontonnya membawa kamera professional. Selain itu, tiket konser yang kemahalan juga salah satu kendala lainnya, padahal event-nya bagus,” lanjut Nadya.

    Persoalan cahaya dan posisi juga menjadi tantangan tersendiri saat memotret konser. Situasi konser yang identik dengan pencahayaan yang kurang (gelap) menjadi tantangan bagaimana Nadya sebagai seorang fotografer dapat menangkap segala sesuatu yang ada di atas panggung. Selain itu, Nadya juga harus menemukan posisi yang pas saat memotret. “Di sini nih tantangan terbesarnya,” aku Nadya.
    Bukan hanya sekedar menghindari berdesak-desakan dengan penonton dan juga mencari angle yang pas, ia juga harus menghindari semburan air agar kameranya tidak rusak.

    Stage photography yang awalnya dia lakukan di sela-sela kegiatannya, kini pun sudah mulai menghasilkan. Nadya kini banyak ditawari pekerjaan jika ada event-event musik di Kota Medan. Tidak tanggung-tanggung, event-event yang dipercayakan kepadanya pun bukan sekedar event-event kecil. Salah satunya yaitu Urban Jazz Crossover 2014 yang diselenggarakan di Medan bulan Maret lalu. Berbagai tawaran job ini disyukuri Nadya sebagai bentuk apresiasi atas potensinya di bidang stage photography, yang akhirnya menuntut ia terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

    “Biasanya setiap foto yang udah aku ambil, aku mintai tanda tangan dari artis yang aku foto itu di atas fotonya. Nanti, foto-foto ini aku kumpulin, terus mimpinya nih ya, aku pengen buka galeri mini sendiri. Nanti foto-foto ini aku pamerin di galeri aku itu,” ucap Nadya. Semoga berhasil ya Nadya!




    Universal Publishing Company
    Jln. Prof. Dr. A. Sofyan No.1, Kampus USU,  Medan.

    Christine Yuni – Public Relations
    081218167816
     

    Stand up Comedy: Prestasi, Materi, Relasi

    Tidak banyak yang bisa mendefinisikan betul termasuk dalam kategori apakah stand up comedy. Tidak profesi, tidak juga hobi ataupun olahraga. Namun yang jelas guyonan khas amerika dan eropa yang disebut dengan one man standing atau pelawak tunggal kini sedang menjamur dan banyak diminati berbagai kalangan. Genrenya pun beragam pop, politik, klise, percintaan dan lain sebagainya ikut mewarnai pentas hiburan bergaya monolog tersebut. 

    Raymond Andreas Smith

    Berawal dari keisengannya, Raymond Andreas Smith mengaku stand up comedy sudah menjadi bagian dari dirinya. Bakatnya ini sudah mulai terasah bahkan di saat dia masih duduk di bangku sekolah menegah atas. “Mungkin karena aku ganteng kali ya, tapi karena terlalu ganteng juga makanya sempat ga lolos di tingkat nasional” ujar lelaki kelahiran Pekanbaru,  5 Juli 1994 ini melepaskan gelak tawa.

    Dibesarkan di Pekanbaru sampai akhirnya hijrah ke Medan demi menempuh pendidikannya di jurusan Ilmu Komunikasi FISIP USU, Ia ternyata telah banyak mengukir prestasi diantaranya Juara II Kompetisi stand up comedy antar SMA di Pekanbaru, Juara III stand up comedy di comic league season di Pekanbaru, Juara II stand up comedy di Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara, Juara II stand up comedy di Politeknik Negri Medan dan tearkhir Mengikuti stand up comedy tingkat nasional. Ia mengaku comic league season dan stand up comedy tingkat nasional yang diadakan salah satu televisi swasta adalah kompetisi terberatnya baginya “Itu se-Riau sama se-Indonesia nyatu, banyak yang bagus – bagus. Materinya juga bagus - bagus” begitu ungkapnya.

    Ketika ditanya tentang apa yang telah di dapatkannya selama kompetisi dengan santainya, ia menjawab “Dapet duit, dapet piala, dapet followers dapet cewe lagi. Banyak yang minta kenalan” jawab lelaki yang mengidolakan babecabita, lolok dan Bintang BT tersebut.

    Tidak menjadi rahasia umum, bahwa ketika seorang komika (pelaku stand up comedy) sedang memberikan materi di atas panggung ia harus menyajikan sesutau yang berbeda dan lain dari yang lain. Hal ini juga menginspirasi Raymond untuk juga menciptakan gaya khasnya sendiri. Ia mengaku dari dari dulu sampai sekarang ia tetap memakai logat dan ciri khas orang minang, karena di Pekan baru ia pun juga memakai ciri khas minang “Kadang kaya orang bego tapi aku ga bisa pake bahasa tubuh kaya Raditya Dika gitu. Jadi full aku ngasih materi” ujarnya yang kini bergabung dengan komunitas stand up comedy Medan tersebut.

    Suka dan duka juga kadang ia rasakan, “Sesama komika sudah seperti keluarga. Jadi ngga ada kaya persaingan gitu. Kadang pas lagi ada materi yang ga begitu kena ke penonton nah itu mereka bisa sampe caci maki. Ya penonton yang kadang ga pengertian gitulah” ujarnya yang kini berencana mengikuti kompetisi street comedy, yang merupakan ajang komika seluruh Indonesia.


    Contact Person :
    (082165069258 ; Rezka) Email: (GatePublisher14@gmail.com )
     
    BannerFans.com
    Disclaimer : Pasang Iklan | Kirim Berita | Hubungi Kami
    Copyright © 2011. Medan Metropolis - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Supported by NBC and CREW
    Medan Metropolis Citizen Journalism of Medan